Postingan

September

Telah berakhir bulan di mana saya mengenal kamu, di September yang lalu saya mengetahui siapa kamu dan siapa namamu. Saya masih ingat bagaimana kita memulai percakapan, dari basa-basi sampai omongan serius, otak saya mengingatkan semua itu. Sekarang tinggal cerita yang tersisa, ingin dikubur dalam-dalam sampai tak muncul lagi ke permukaan. 

ehe

Kemarin saya datang ke tempat pertama kita ketemu, sedih rasanya karena faktanya saya sendirian ke sana ahaha. Saya tidak berani duduk di bangku yang pernah kita duduki waktu itu, jangankan duduk di bangku itu, menoleh aja saya gak berani, karena kelihatan lebih seram ketimbang melihat hantu pas tengah malam.  Sampai sekarang, saya tidak berani mengucapkan nama kamu secara gamblang, takut.  Mengingat kamu ketika saya mempunyai waktu kosong. Saya senang karena mengetahui bahwa kamu masih ada di dunia ini dan menjalani hari dengan baik, masih berbagi nafas yang sama dengan saya, di sini saya akan terus mendoakan untuk beberapa hal kebaikan. Saya selalu bertanya kepada Tuhan, kamu apa kabar sekarang, gimana hari-harinya, sedang melakukan progres apa untuk ke depan, apa masih berniat untuk memanjakan rambut. Sudah dulu ya, saya mau tidur dulu besok ada mata kuliah pagi. 

Sekali Lagi

Saya tidak tahu perpisahan yang manis dan buruk seperti apa, karena ketika perpisahan itu terjadi saya selalu berpikir, mungkin suatu perpisahan terjadi karena Tuhan akan menghadirkan hal baru yang lebih baik dari sebelumnya, jadi menerima semuanya dengan ikhlas dan pasrah sudah lebih dari cukup.  Saya selalu bersyukur atas perkenalan dengan seseorang yang telah diatur oleh Tuhan. Datang akan membagikan cerita dan pergi untuk memberikan pengalaman, semuanya hadir atas takdir yang sudah ditulis Tuhan. Saya tidak pernah memaksa seseorang untuk selalu tinggal, karena semuanya punya jalan hidup masing-masing. Saya hanya ingin kamu tahu, bahwa saya benar-benar mencintai kamu, saya menghargai atas semua hal yang kita lalui bersama. Sedih saya sedang ditangani. 

Tanda Titik

Dia, dia adalah laki-laki yang selalu saya kagumi lewat tatapan mata dan rendah nada suaranya ketika berbicara, mengagumi keindahannya seakan-akan adalah hobi baru, mengungkapkan apa yang saya rasakan setiap hari lewat sajak sederhana, dia merupakan seseorang yang sangat bersemangat dalam hidup, selalu senang bercerita, hangat, bersahabat, dan sangat menyukai kesenangan karena jarang sekali membiarkan hatinya bersedih terlalu lama. (12, 02, 2022) Lagi-lagi saya menceritakan beberapa arsip yang ditulis beberapa bulan lalu, sakit hati terus berlarut-larut sampai pada titik bosan, rasa sayang masih terbentang walau sudah terlupakan, mungkin. Sekarang merasa hampa amat sangat luar biasa, saya tidak bisa lagi menanyakan banyak pertanyaan penting atau sekedar omong kosong yang ditemani angin malam, tidak terhitung berapa banyak air mata jatuh lagi dan lagi dari pelupuk. Meminta kepada Tuhan untuk ketenangan dan kekuatan, saya yakin malam ini tidur tidak akan nyenyak seperti kemarin, mengin...

Ini malam

Beberapa hari ini, saya banyak menulis tentang hari-hari yang telah saya jalani, juga mengingat beberapa kisah lama yang belum terlupa. Saya sampai bingung memilih kata-kata untuk dideskripsikan. Semuanya sama, dimulai tertawa, terdiam, dan menangis.  Semua orang di sekeliling saya mulai pergi satu persatu, pergi karena ketidaksengajaan atau memang pergi untuk alasan. Saya tidak menyalahkan yang ingin pergi, itu semua hak mereka. Saya sangat menghargai orang-orang yang pernah ada dalam hidup saya, mereka punya background yang berbeda-beda. Saya belajar banyak hal atas kehilangan dan kehadiran, saya memang belum dewasa sepenuhnya, seringkali menangis bahkan berlarut-larut ketika seseorang pergi dalam hidup saya, bersikap berlebihan ketika ada yang datang sampai lupa kalau dia calon yang akan pergi selanjutnya. Ingatan saya sangat pekat untuk mengingat siapa saja yang pernah membuat bahagia atau sakit hati, mengingat detail semua kejadian dan kadang saya menulisnya lewat sebuah sajak...

Tatapan Mata

Gambar
Mata ini masih sama Mata kegemaranmu Berwarna coklat namun nampak hitam Terdapat bulu runcing tajam. Sayu dan lugu.  Bentuk bulat menarik dilihat Memberikan tatapan hangat Kantungnya kendur karena kurang tidur. Tempat menyimpan makna bahasa Rubung di bagian titik hitam kecil  Berkaca-kaca berpicing luka Mata yang membuat kau jauh cinta denganku.    Ca, 7622

Tanpa Judul

Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Sekarang saya tidak menulis seperti biasanya tentang sajak, melainkan tentang sesuatu yang terus dipikirkan beberapa hari lalu. Pikiran saya agak kacau sejak mendengarkan lagu yang tidak asing, membuat saya memikirkan kembali beberapa memori yang benar-benar ingin sekali dilupakan.    Pasrah kepada Tuhan, suatu perpisahan terjadi mungkin karena akan hadir hal baru. Tetapi, kali ini saya sangat menyayangkan pertemuan dengan seseorang, pertemuan yang menciptakan banyak sekali tanda tanya. Kehabisan bahasa untuk menjelaskan apa yang saya rasakan, memilih untuk diam dan menanggapi seadanya, karena bingung harus berbuat apa, saya pergi. Saya pergi berarti rasa kecewa sudah tidak bisa dijelaskan kata-kata. Lebih baik tidak tahu semua tentang seseorang yang berkaitan lagi, sekarang berjalan dari awal, dia dengan hidupnya dan saya juga begitu. Nanti kita jumpa lagi sebagai teman atau orang asing. Terima kasih banyak ya, kehilangan...