Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Sekarang saya tidak menulis seperti biasanya tentang sajak, melainkan tentang sesuatu yang terus dipikirkan beberapa hari lalu. Pikiran saya agak kacau sejak mendengarkan lagu yang tidak asing, membuat saya memikirkan kembali beberapa memori yang benar-benar ingin sekali dilupakan. Pasrah kepada Tuhan, suatu perpisahan terjadi mungkin karena akan hadir hal baru. Tetapi, kali ini saya sangat menyayangkan pertemuan dengan seseorang, pertemuan yang menciptakan banyak sekali tanda tanya. Kehabisan bahasa untuk menjelaskan apa yang saya rasakan, memilih untuk diam dan menanggapi seadanya, karena bingung harus berbuat apa, saya pergi. Saya pergi berarti rasa kecewa sudah tidak bisa dijelaskan kata-kata. Lebih baik tidak tahu semua tentang seseorang yang berkaitan lagi, sekarang berjalan dari awal, dia dengan hidupnya dan saya juga begitu. Nanti kita jumpa lagi sebagai teman atau orang asing. Terima kasih banyak ya, kehilangan...