Ini malam
Beberapa hari ini, saya banyak menulis tentang hari-hari yang telah saya jalani, juga mengingat beberapa kisah lama yang belum terlupa. Saya sampai bingung memilih kata-kata untuk dideskripsikan. Semuanya sama, dimulai tertawa, terdiam, dan menangis.
Semua orang di sekeliling saya mulai pergi satu persatu, pergi karena ketidaksengajaan atau memang pergi untuk alasan. Saya tidak menyalahkan yang ingin pergi, itu semua hak mereka. Saya sangat menghargai orang-orang yang pernah ada dalam hidup saya, mereka punya background yang berbeda-beda. Saya belajar banyak hal atas kehilangan dan kehadiran, saya memang belum dewasa sepenuhnya, seringkali menangis bahkan berlarut-larut ketika seseorang pergi dalam hidup saya, bersikap berlebihan ketika ada yang datang sampai lupa kalau dia calon yang akan pergi selanjutnya.
Ingatan saya sangat pekat untuk mengingat siapa saja yang pernah membuat bahagia atau sakit hati, mengingat detail semua kejadian dan kadang saya menulisnya lewat sebuah sajak.
Gak usah terlalu idealis, hidup itu sialan. Ketika saya menemukan fakta bahwa "kita tidak butuh orangnya, kita hanya butuh perannya." Untuk mengucapkan selamat tidur, bercerita kejadian hari ini, dan menangis kalau harapan gak sesuai ekspektasi.
Mengucapkan terima Kasih banyak kepada Tuhan, karena setiap orang yang datang pasti untuk berbagai cerita dan memberikan pengalaman ketika mereka pergi. Bersyukur dengan keadaan, karena masih mau bertahan meskipun sudah banyak goresan, menutupi semuanya dengan seulas senyuman berharap semua orang tau kalau saya bahagia atas hidup yang sedang dijalani sekarang. Karena pendewasaan saya banyak sekali luka dan tanda tanya.
Komentar
Posting Komentar