Tanpa Judul

Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Sekarang saya tidak menulis seperti biasanya tentang sajak, melainkan tentang sesuatu yang terus dipikirkan beberapa hari lalu. Pikiran saya agak kacau sejak mendengarkan lagu yang tidak asing, membuat saya memikirkan kembali beberapa memori yang benar-benar ingin sekali dilupakan. 
 
Pasrah kepada Tuhan, suatu perpisahan terjadi mungkin karena akan hadir hal baru. Tetapi, kali ini saya sangat menyayangkan pertemuan dengan seseorang, pertemuan yang menciptakan banyak sekali tanda tanya. Kehabisan bahasa untuk menjelaskan apa yang saya rasakan, memilih untuk diam dan menanggapi seadanya, karena bingung harus berbuat apa, saya pergi. Saya pergi berarti rasa kecewa sudah tidak bisa dijelaskan kata-kata. Lebih baik tidak tahu semua tentang seseorang yang berkaitan lagi, sekarang berjalan dari awal, dia dengan hidupnya dan saya juga begitu. Nanti kita jumpa lagi sebagai teman atau orang asing. Terima kasih banyak ya, kehilangan lebih awal mungkin lebih baik. Terima kasih karena sudah mau kenal, terima kasih karena sudah baik hati, terima kasih karena sudah berbagi beberapa cerita, terima kasih. 

Peran yang saya mainkan sudah selesai. Semoga di kehidupan selanjutnya masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu atau saling mengenal lagi, dalam bentuk atau sebagai sosok apapun, karena banyak sekali janji yang telah dibuat dan itu dianggap hutang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyair Favorit Saya

September

Tatapan Mata