Mata ini masih sama Mata kegemaranmu Berwarna coklat namun nampak hitam Terdapat bulu runcing tajam. Sayu dan lugu. Bentuk bulat menarik dilihat Memberikan tatapan hangat Kantungnya kendur karena kurang tidur. Tempat menyimpan makna bahasa Rubung di bagian titik hitam kecil Berkaca-kaca berpicing luka Mata yang membuat kau jauh cinta denganku. Ca, 7622
Saya tidak tahu perpisahan yang manis dan buruk seperti apa, karena ketika perpisahan itu terjadi saya selalu berpikir, mungkin suatu perpisahan terjadi karena Tuhan akan menghadirkan hal baru yang lebih baik dari sebelumnya, jadi menerima semuanya dengan ikhlas dan pasrah sudah lebih dari cukup. Saya selalu bersyukur atas perkenalan dengan seseorang yang telah diatur oleh Tuhan. Datang akan membagikan cerita dan pergi untuk memberikan pengalaman, semuanya hadir atas takdir yang sudah ditulis Tuhan. Saya tidak pernah memaksa seseorang untuk selalu tinggal, karena semuanya punya jalan hidup masing-masing. Saya hanya ingin kamu tahu, bahwa saya benar-benar mencintai kamu, saya menghargai atas semua hal yang kita lalui bersama. Sedih saya sedang ditangani.
Kemarin saya datang ke tempat pertama kita ketemu, sedih rasanya karena faktanya saya sendirian ke sana ahaha. Saya tidak berani duduk di bangku yang pernah kita duduki waktu itu, jangankan duduk di bangku itu, menoleh aja saya gak berani, karena kelihatan lebih seram ketimbang melihat hantu pas tengah malam. Sampai sekarang, saya tidak berani mengucapkan nama kamu secara gamblang, takut. Mengingat kamu ketika saya mempunyai waktu kosong. Saya senang karena mengetahui bahwa kamu masih ada di dunia ini dan menjalani hari dengan baik, masih berbagi nafas yang sama dengan saya, di sini saya akan terus mendoakan untuk beberapa hal kebaikan. Saya selalu bertanya kepada Tuhan, kamu apa kabar sekarang, gimana hari-harinya, sedang melakukan progres apa untuk ke depan, apa masih berniat untuk memanjakan rambut. Sudah dulu ya, saya mau tidur dulu besok ada mata kuliah pagi.
Komentar
Posting Komentar